Hello world!

Foto: Achmad Dwi Afriyadi

 

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan membangun jalur kereta sepanjang 7.000 kilometer (km) hingga tahun 2030. Pembangunan tersebut akan membuat total panjang jalur kereta menjadi 13.000 km.

Menurut Kasubdit Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian, Yudi Karyanto saat ini total panjang jalur kereta di Indonesia adalah 6.000 km. Angka itu masih tergolong kecil untuk melayani jumlah penduduk Indonesia.

“Sekarang panjang 6.000 km total. Itu sangat kecil untuk melayani penduduk di Indonesia,” kata dia dalam acara Indonesia Railway Conference 2019 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan hingga akhir 2030 Kementerian Perhubungan akan membangun jalur keret api hingga panjang 13.000 km. Adapun hal itu memakan biaya hingga US$ 30 miliar.”Total nanti 13.000 km ada akhir tahun 2030 terbangun railway track dengan perkiraan biaya US$ 30 ribu juta (US$ 30 miliar),” ungkap dia.

Sedangkan, untuk biaya pengadaan otomotif kereta seperti gerbong akan memakan biaya US$ 35 miliar. Sehingga total pembangunan akan memakan biaya hingga US$ 65 miliar.

“Di sana dengan (total biaya pembangunan) US$ 65 miliar,” jelas dia.

Sementara itu, biaya pembangunan diharapkan berasal 30% dari anggaran pembelanjaan dan belanja negara (APBN) dan sisanya dari investor. (zlf/zlf)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *